Makalah Filsafat Logika






 DAFTAR ISI

 
BAB I.                        PENDAHULUAN
A.    Latar Belakang Masalah....................... 1
B.     Tujuan Penulisan................................... 1
BAB II. PEMBAHASAN
A.    Pengertian logika................................................................. 2
B.     Logika sebagai ilmu pengetahuan......................................... 3
C.     Manfaat logika.................................................................... 4
D.    Logika sebagai cabang filsafat.............................................. 5
E.     Logika sebagai esensi filsafat................................................ 6

BAB IV.         PENUTUP
A.    Kesimpulan.......................................... 10
B.     Saran................................................... 10

DAFTAR PSUTAKA
           
BAB I
Pendahuluan
A.    Latar Belakang
Filsafat Logika adalah ilmu yang mempelajari tentang bagaimana orang dapat berpikir secara logika untuk dapat menyelesaikan masalah yang sedang dia alami. filsafat sedikit sederhana, jika dibandingkan dengan pelajaran lain, karena banyak orang yang memakai logikanya untuk dapat menyelesaikan semua permasalahan yang sedang ia hadapi. dan bukan hanya itu saja sejak perkembangan filsafat pada saat ini, lebih banyak lagi orang yang menggunakannya, karena itu mengasah ilmu setiap orang untuk dapat berpikir secara langsung, dan dapat bertukar pikirannya denagn yang lain.
Bahkan pertambahan setiap orang yang menggunakan logikanya untuk berpikir, sehingga sudah ada yang menggunakan setiap hal yang demikian, karena hal itu bisa saja terjadi bagi setiap orang dalam hal mengambil suatu tindakan yang mungkin itu secara tepat, mengingat kondisi dan situasi yang sedang ia alami. dalam mempelajari filsafat ini dapat membuat setiap orang dapat mengerti dan dapat memberikan alasan yang pasti untuk dapat menuntun setiap orang untuk dapat memahami secara dapat dipikirkan secara luas.
Tapi filsafat itu sangat bagus jika dapat dipelajari dengan baik, karena jika salah pada mulanya maka akan mengakibatkan hal yang sangat fatal bagi setiap orang yang baru pertama kali belajar tentang filsafat ini, maka dari itu, setiap pemula yang ingin belajar tentang filsafat ini, harus benar-benar dapat mengerti terlebih dahulu supaya jangan tersesat dan bisa amembawa orang tersebut kedalam hal-hal yang tidak diinginkan oleh setiap orang.
Dan kadang orang yang belajar logika ini menganggap dirinya paling benar dari yang lain, kalau orang itu hanya belajar tentang teorinya saja. dan orang tersebut bisa saja membolak-balikkan fakta kepada orang lain, walau itu adalah hal yang salah. maka dari itu belajar laogika dapat menggunakan berbagai cara yaitu: dengan belajar dari buku-buku panduan atau buku yang memungkinkan itu memperoleh pemecahan masalah, dalam dunia luar juga dapat dilihat dan dapat diketahui mengapa hal itu bisa terjadi, maka dapat diambil kesimpulan dari hal-hal yang terjadi itu. pembelajaran ini bermaksud untuk menjadikan setiap orang dapat mengetahui atau tertarik dari pembahasan ini.

B.     Tujuan Penulisan
Tujuan dari penulisan makalah ini yaitu supaya setiap mahasiswa dapat mengetahui betapa penting belajar Filsafat itu, dan bukan hanya itu pembelajaran ini akan membuat kita semakin mudah untuk dapat lebih cepat mengetahui dan menemukan hal-hal yang baru dari sebuah masalah yang terjadi. dan mungkin ketika membaca makalah ini dapat mendorong setiap mahasiswa untuk dapat belajar lebih memahami lagi.


BAB II
PEMBAHASAN
A.    Latar belakang Filsafat logika
Logika dimulai sejak Thales (624 SM - 548 SM), filsuf Yunani pertama yang meninggalkan segala dongeng, takhayul, dan cerita-cerita isapan jempol dan berpaling kepada akal budi untuk memecahkan rahasia alam semesta. Thales mengatakan bahwa air adalah arkhe (Yunani) yang berarti prinsip atau asas utama alam semesta. Saat itu Thales telah mengenalkan logika induktif.
Aristoteles kemudian mengenalkan logika sebagai ilmu, yang kemudian disebut logica scientica. Aristoteles mengatakan bahwa Thales menarik kesimpulan bahwa air adalah arkhe alam semesta dengan alasan bahwa air adalah jiwa segala sesuatu.
Dalam logika Thales, air adalah arkhe alam semesta, yang menurut Aristoteles disimpulkan dari:
ü  Air adalah jiwa tumbuh-tumbuhan (karena tanpa air tumbuhan mati)
ü  Air adalah jiwa hewan dan jiwa manusia
ü  Air jugalah uap
ü  Air jugalah es
Jadi, air adalah jiwa dari segala sesuatu, yang berarti, air adalah arkhe alam semesta.
Sejak saat Thales sang filsuf mengenalkan pernyataannya, logika telah mulai dikembangkan. Kaum Sofis beserta Plato (427 SM-347 SM) juga telah merintis dan memberikan saran-saran dalam bidang ini.
Pada masa Aristoteles logika masih disebut dengan analitica , yang secara khusus meneliti berbagai argumentasi yang berangkat dari proposisi yang benar, dan dialektika yang secara khusus meneliti argumentasi yang berangkat dari proposisi yang masih diraguk kebenarannya. Inti dari logika Aristoteles adalah silogisme.

1.      Pengertian Logika
Logika berasal dari kata Yunani kuno λόγος (logos) yang berarti hasil pertimbangan akal pikiran yang diutarakan lewat kata dan dinyatakan dalam bahasa. Logika adalah salah satu cabang filsafat. Sebagai ilmu, logika disebut dengan logike episteme (Latin: logica scientia) atau ilmu logika (ilmu pengetahuan) yang mempelajari kecakapan untuk berpikir secara lurus, tepat, dan teratur. Ilmu di sini mengacu pada kemampuan rasional untuk mengetahui dan kecakapan mengacu pada kesanggupan akal budi untuk mewujudkan pengetahuan ke dalam tindakan. Kata logis yang dipergunakan tersebut bisa juga diartikan dengan masuk akal.

B. Logika sebagai ilmu pengetahuan

Logika merupakan sebuah ilmu pengetahuan di mana obyek materialnya adalah berpikir (khususnya penalaran/proses penalaran) dan obyek formal logika adalah berpikir/penalaran yang ditinjau dari segi ketepatannya.

Logika sebagai cabang filsafat

Logika adalah sebuah cabang filsafat yang praktis. Praktis di sini berarti logika dapat dipraktekkan dalam kehidupan sehari-hari.
Logika lahir bersama-sama dengan lahirnya filsafat di Yunani. Dalam usaha untuk memasarkan pikiran-pikirannya serta pendapat-pendapatnya, filsuf-filsuf Yunani kuno tidak jarang mencoba membantah pikiran yang lain dengan menunjukkan kesesatan penalarannya.
Logika digunakan untuk melakukan pembuktian. Logika mengatakan yang bentuk inferensi yang berlaku dan yang tidak. Secara tradisional, logika dipelajari sebagai cabang filosofi, tetapi juga bisa dianggap sebagai cabang matematika. logika tidak bisa dihindarkan dalam proses hidup mencari kebenaran

Dasar-dasar Logika

Konsep bentuk logis adalah inti dari logika. Konsep itu menyatakan bahwa kesahihan (validitas) sebuah argumen ditentukan oleh bentuk logisnya, bukan oleh isinya. Dalam hal ini logika menjadi alat untuk menganalisis argumen, yakni hubungan antara kesimpulan dan bukti atau bukti-bukti yang diberikan (premis).
Macam - Macam Logika
Setelah mempelajari tentang filsafat ilmu lebih mendalam lagi, ternyata didalamnya terdapat banyak sekali materi yang disajikan. Yang salah satunya adalah tentang logika, dan logika sendiri dapat dibedakan menjadi dua yaitu :
1. Logika Alamiah
Logika Alamiah adalah kinerja akal budi manusia yang berpikir secara tepat dan lurus sebelum mendapat pengaruh-pengaruh dari luar, yakni keinginan-keinginan dan kecenderungan-kecenderungan yang subyektif. Yang mana logika alamiah manusia ini ada sejak manusia dilahirkan. Dan dapat disimpulkan pula bahwa logika alamiah ini sifatnya masih murni.

2. Logika Ilmiah
 
             Lain halnya dengan logika alamiah, logika ilmiah ini menjadi ilmu khusus yang merumuskan azas-azas yang harus ditepati dalam setiap pemikiran. Dengan adanya pertolongan logika ilmiah inilah akal budi dapat bekerja dengan lebih tepat, lebih teliti, lebih mudah dan lebih aman. Logika ilmiah ini juga dimaksudkan untuk menghindarkan kesesatan atau setidaknya dapat dikurangi. Sasaran dari logika ilmiah ini adalah untuk memperhalus dan mempertajam pikiran dan akal budi. logika alamiah ini terjadi melalui percobaan-percobaan, sehingga percobaan itu melahirkan suatu ilmu dan pengetahuan yang baru contohnya seseorang memikirkan kendaraan yang bisa berjalan di atas air maka terciptalah kapal laut yang bisa menyebrang dan mengangkut muatan banyak baik manusia, hewan dan lain-lain.

C. Logika Sebagai Cabang Filsafat
Filsafat adalah kegiatan / hasil pemikiran /permenungan yang menyelidiki sekaligus mendasari segala sesuatu yang berfokus pasa makna dibalik kenyataan atau teori yang ada untuk disusun dalam sebuah system pengetahuan rasional.
Logika adalah sebuah cabang filsafat yang praktis. Praktis disini berarti logika dapat dipraktekkan dalam kehidupan sehari-hari.Logika lahir bersama-sama dengan lahirnya filsafat di Yunani. Dalam usaha untuk memasarkan pikiran-pikirannya serta pendapat-pendapatnya, filsuf-filsuf Yunani kuno tidak jarang mencoba membantah pikiran yang lain dengan menunjukkan kesesatan penalarannya. Logika digunakan untuk melakukan pembuktian. Logika mengatakan yang bentuk inferensi yang berlaku dan yang tidak. Secara tradisional, logika dipelajari sebagai cabang filosofi, tetapi juga bisa dianggap sebagai cabang matematika.
Logika sebagai cabang filsafat adalah cabang filsafat tentang berpikir. Logika membicarakan tentang aturan-aturan berpikir agar dengan aturan-aturan tersebut dapat mengambil kesimpulan yang benar. Dengan mengetahui cara atau aturan-aturan tersebut dapat menghindarkan diri dari kesalahan dalam mengambil keputusan.
Logika bisa menjadi suatu upaya untuk menjawab pertanyaan-pertanyaan seperti : Adakah metode yang dapat digunakan untuk meneliti kekeliruan pendapat? Apakah yang dimaksud pendapat yang benar? Apa yang membedakan antara alasan yang benar dengan alasan yang salah? Filsafat logika ini merupakan cabang yang timbul dari persoalan tentang penyimpulan.

D. Logika sebagai Esensi Filsafat
Permasalahan yang selama ini dihadapi oleh pada filusuf menurut Russell adalahkarena para filusuf terkadang terlalu berlebihan dan selalu berusaha untukNmencapai sesuatu yang terbaik. Walaupun keadaan ini tidak mungkin bisa dicapai karena para filusuf yang ada selama ini kurang tepat melihat permasalahan filsafat dan metode-metode yang digunakan untuk memecahkan permasalahan filsafat.
Menurut Russell permasalahan-permasalahan filsafat dan metode-metode filsafat selama ini tidak mudah untuk dipahami atau dirumuskan oleh sekolah-sekolah yang ada, banyak permasalahan-permasalahan tradisionalyang belum dapat dipecahkan oleh pengetahuan yang sekarang ada. Bahkan ada beberapa permasalahan yang sudah mulai di tinggalkan namun sebenarnya masih bisa dipecahkan melalui metode-metode yang tepat dengan tingkat pengetahuan yang lebih maju.
 


BAB III
PENUTUP

A.Kesimpulan
Dari penjelasan-penjelasan di atas dapat kita simpulkan bahwa logika berasal dari bahasa latin yaitu dari kata logos berarti perkataan atau sabda. Secara umum logika adalah ilmu yang mempelajari metode dan hukum hukum yang digunakan untuk membedakan penalaran yang betul dari penalaran yang salah. Logika ini dimulai dari tahun 624 SM sampai 548 SM oleh Thales yang disebut sebagai Bapak Filsafat kemudian dikembangkan kembali oleh Aristoteles dengan mengenalkan logika sebagai ilmu. Logika terbagi menjadi dua macam yaitu : logika alamiah dan logika ilmiah. Dalam perkembangannya logika juga disebut sebagai cabang filsafat. Logika sangat berguna bagi kehidupan manusia untuk berpikir lurus, efisien, tepat dan teratur demi mendapatkan kebenaran dan menghindari kekeliruan.
B.     Saran
Bagi orang membaca makalah ini, jika ada sesuatu yang tidak berkenan dari makalah ini bisa atau dapat diberikan saran kepada pembuat makalah ini, supaya makalah ini dapat bermanfaat bagi kita semua yang membacanya dan juga supaya dapat bermanfaat bagi kita sebagai mahasiswa yang sedang menjalani studi kita









DAFTAR PUSTAKA
 Bakhtiar, Amsal. 2004. "Filsafat Ilmu". Jakarta: Raja Grafindo Persada.
 Bakry, Hasbullah.1992. Sistematik Filsafat. Cet. IX; Jakarta: Penerbit Wijaya.
 Gie, The Liang. 2007. Pengantar Filsafat Ilmu. Liberty, Yogyakarta.
 Mustofa.A. 2007 Fislasar islam. Bandung : pustaka setia.
 Mundiri, H. 2008. Logika. Raja Grafindo Persada, Jakarta..
 Poespoprodjo, W. 1999 Logika Scientifika: Pengantar Dialektika dan Ilmu. Cet. I; Bandung: Pustaka Grafika.



Komentar

Postingan populer dari blog ini

Sejarah Gereja Umum